suaramerdeka.com – Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang koridor V dan VI pada 1 Desember 2016. Progres Sarana pendukung saat ini sudah mencapai sekitar 60%

Kepala BRT Kota Semarang Agung Nurul Falaq menanggapi sarana pendukung di kedua koridor itu mencapai sekitar 60%. Sisanya nanti akan dilengkapi sambil berjalan pada 2017. Total terdapat 16 shelter di koridor V. Tiga diantaranya adalah shelter permanen.

“Shelter permanen masing-masing titiknya berada di RSUD Ketileng, Victoria Residen, dan PRPP. Sebanyak 13 lainnya berbentuk portable,” ujarnya.

Agung menerangkan, di koridor VI beberapa titik seperti di, Akpelni, IKIP Veteran Unika, dan Stadion Jatidiri belum tersedia shelter BRT. Nantinya di area itu sementara akan diberi rambu untuk tanda berhentinya BRT. Dia mengatakan, pada koridor VI itu terdapat 23 shelter. 13 diantaranya merupakan jenis portable, sisanya belum terdapat shelter penumpang.*

“Kami sudah ajukan anggaran untuk menambah shelter portbale sebanyak 36 unit dengan anggaran Rp. 720.000.000,” imbuhnya.

Saat ini di koridor V terdapat 8 armada yang sudah siap digunakan. Sementara untuk koridor V armada harus disiapkan sebanyak 16 unit bus oleh operator atau pihak ketiga. “Saat ini proses lelang sudah diajukan ke Unit Layanan Pengadaan (ULP). Semoga sebelum 1 Desember nanti sudah ada pemenang,” tandasnya.